Bersiaplah wahai pengguna Facebook! Jika Anda
menggunakan nama palsu, memiliki akun ganda, atau membuat akun untuk
putra-putri di bawah usia 13 tahun bahkan hewan peliharaan, Anda menjadi target
operasi “bersih-bersih” manajemen Facebook.
Dalam aturan baru yang dirilis 1 Agustus 2012,
Facebook melansir akan menonaktifkan 83,090 juta akun palsu. Disebutkan, dari
955 juta pengguna Facebook aktif bulanan, sekitar 8,7 persen adalah akun palsu
atau gadungan.
“Di Facebook, kami memiliki komitmen yang
sangat besar untuk mencari dan menonkatifkan akun palsu. Seluruh platform kami
didasarkan pada orang yang menggunakan identitas asli mereka,” kata Kepala
Keamanan Facebook, Joe Sullivan, dalam wawancara dengan CNN, akhir pekan
lalu.
Sullivan menjelaskan, Facebook telah
mengklasifikasikan akun palsu dalam tiga kategori, yakni akun ganda, akun bukan
atas nama pribadi (untuk anak, produk, atau hewan peliharaan), dan akun yang
menggunakan nama palsu atau diciptakan untuk spam (email sampah).
Untuk akun ganda, jumlahnya sekitar 4,8 persen
atau 45,8 juta dari total pengguna aktif Facebook. Akun aktif yang pemiliknya
bukan kategori manusia (hewan atau tokoh kartun) jumlahnya mencapai 2,4 persen
atau 22,92 juta dari total pengguna aktif Facebook.
Pada kategori ketiga, yakni akun dengan
menggunakan nama palsu atau diciptakan untuk spam, jumlahnya hanya 1,5 persen
atau 14,325 juta dari total pengguna aktif Facebook. Sesuai ketentuan jaringan
layanan, pengguna tidak diperbolehkan memiliki lebih dari satu akun Facebook
pribadi atau membuat akun atas nama orang lain. Orangtua membuat akun Facebook
untuk anak-anak muda yang berusia di bawah 13 tahun juga melanggar aturan.
Untuk akun yang dibuat dengan nama hewan
peliharaan atau untuk produk dan perusahaan, Facebook masih memberikan izin
alias tidak langsung dinonaktifkan, namun akunnya akan dikonversi ke halaman
yang disetujui. Misalnya akun Facebook dengan nama Boo, anjing lucu di dunia,
yang disukai sekitar 4,8 juta orang, diklasifikasikan sebagai akun figur publik
khusus nonmanusia.
Kelompok akun yang menggunakan nama palsu atau
diciptakan untuk spam, merupakan akun palsu yang paling bermasalah. Facebook
menilai akun dalam kategori ini sengaja diciptakan untuk tujuan yang tidak baik
dan melanggar ketentuan manajemen Facebook.
Sullivan mengungkapkan, pengguna akun palsu
Facebook terbanyak berasal dari negara-negara berkembang. Sementara di
negara-negara maju kesadaran untuk menggunakan akun dengan identitas asli lebih
baik. “Dari presentase akun ganda atau palsu, pengguna terendah berasal dari
negara-negara maju seperti Amerika Serikat atau Australia. Sementara pengguna
akun palsu tertinggi umumnya berasal dari negara-negara berkembang, seperti
Indonesia dan Turki,” ujarnya.
Sullivan menjelaskan, prosentase itu dihitung
dari pengambilan sample internal akun oleh reviewer. Tiga kategori akun ganda
dan palsu yang mencapai 83 juta diyakini mewakili jumlah sebenarnya.

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !